Senin, 24 Desember 2012

Imaji Maya



Griingggg,,,,Griiiiiiiiiiing,,,,,Gringggg !!!

Bunyi Alarm Handphoneku, petanda waktu telah subuh. Sengaja aku mengatur alarm pukul 5 pagi. Cepat-cepat aku bergegas bangun dari tempat tidur. Kudengar suara samar dari jauh sepertinya suara dari sang imam dalam memimpin ibadah subuh dari mesjid yang tak jauh dari rumahku. Wudhu pun selesai,ibadahku hanya di kamar saja.

Cahaya matahari mulai menyinari disela-sela jendela yang jarang kubuka. Menatap dari sudut jendala altar begitu cerah,,secerah jiwa ini. Moga jiwa ini tetap cerah sepanjang hari. Harapku. Kembali mengingat apa yang telah kubincangkan semalam, kini aku mulai bertatih-tatih dengan apa yang telah ku amini. 

Tatihku, kuawali dengan membereskan beberapa ongsokan sampah yang telah lama disimpan dipojok teras. Bukan karena aku akan dianggap rajin, namun karena ini adalah upaya bagaimana ku memberi sekedar sedekah kecil-kecilan dihari ini. Kusadari sedekah kecil ini mungkin tak dapat membayar jiwa yang kala ada rasa iri dan tak mensyukuri nikmatMu. 

Kamar yang terbilang kecil ini adalah tempat persemayamku sepanjang hari, padahal kamar ini bisa dibilang kamar yang tak wajar dikalangan perempuan, bagaimana tidak kamar ini tidak mempunyai lampu, tidak ada lemari,tidak ada meja rias, dan beberapa kelengkapan perempuan. Namun kamar ini,hanya ada kasur dengan ketebalan satu jari telunjuk dan satu bantal, buku-buku serta leptop yang kadang kucuri cahayanya untuk menyinari ketika malam datang. Kesederhanaan kamar inilah yang membuatku bisa berlama-lama, kadang-kadang orang sekelilingku bosan dengan gayaku.
Tekan Tombol power, leptop begitu loading, ini sudah yang kesekian kalinya. Mungkin saja leptop juga telah bosan denganku, mungkinkah kecintaanku telah termanifestasikan nafsu hingga leptop begitu mengeluh dengan rasa ini padanya. Dengan merayu refresh padanya ia akan tenggelam dalam api nafsu ini. Entahlah !!!!

Selamat datang di facebook……Bermain diDunia Maya

APA KABAR, L ? Begitu yang ku lihat diprofil Maya. Dalam pikirku,maya begitu tahu aku merindukannya sampai-sampai menanyakan bagaimana kabarku. Kujawab tanpa mengetik huruf.[aku baik-baik saja,dalam hatiku]. Ku buka lagi di beranda Maya.Diapun bertanya APA YANG ANDA RASAKAN, L ? aku begitu heran,apakah ia mendengarkan jawabanku, bukankah maya tak punya indera, hati dan tak punya akal. Ku acuhkan tanyanya disaat yang sama masih memikirkan itu. Kembali Ku buka lagi dinding maya tetap masih ada lagi pertanyaan. Kali ini ia mengasah akalnya, APA YANG ANDA PIKIRKAN, L ? waduuh, maya begitu menggali alam akalku. Aku begitu terpancing dengan tanya. Segera ku jawab tanpa mengetik.  Sebenarnya siapa kamu, bukankah maya hanya diada-adakan tanpa punya akal,hati dan indera,atau hanya karena kamu diada-adakan lantas sekarang kamu malah menuntut jiwa ? Lalu.. siapa kamu ?
 
Keraguan membelenggu jiwa, mungkinkah sesuatu yang diada-adakan menuntuk hak atas kebaradaannya…beginikah Kuasa sang pencipta ?. jika demikian bukankah aku telah banyak menyia-nyiakan hari-hariku. Aku lebih banyak tidur dan banyak berimajinasi, bagaimana jika imajinasiku menuntut hak atas kebaradaannya. Dan bagaimana jika aku tak memenuhi haknya ? Entahlah. Aku tak peduli…..

Kembali lagi kulihat maya..setiap detik mungkin ada-ada saja status terbaru dari teman-temanku,,,berbagai macam warna status yang kulihat. Aku sedikit mengomentari status teman yang sekedar senda gurau didunia maya. Kubuka lagi dindingku,rasa penasaran akan ada pertanyaan baru dan berharap masih pertanyaan yang sama.Ini sungguh Misterius,maya kembali bertanya APA YANG TERJADI, L ?  Dia bahkan mengetahui apa yang telah terjadi denganku, bukankan ini pertanyaan begitu sederhana dan filosofi.

*Aku tanpa jawaban


Sekret HIPMA HALUT, 24 Desember 2012